Waspada Keracunan Makanan: Kenali, Cegah, dan Tangani
- oleh admin1
- 01 September 2025 15:21:55
- 801 views
Waspada Keracunan Makanan: Kenali, Cegah, dan Tangani
Oleh:
1. Marfuah Fajriah Sholihah
2. Fattah Nabila Putri
(Mahasiswa Magang Prodi D4-Promosi Kesehatan, Fakultas Vokasi-UNY)
Keracunan makanan adalah kondisi sakit setelah mengonsumsi makanan atau minuman yang telah terkontaminasi bakteri, virus, parasit, bahan kimia, atau racun alami. Menurut WHO tahun 2023 diperkirakan 600 juta kasus keracunan makanan atau hampir 1 dari 10 orang di dunia sakit setelah makan makanan yang terkontaminasi, akibatnya 420.000 orang diantara kasus tersebut meninggal setiap tahun, atau setara dengan hilangnya 33 juta tahun hidup sehat Disability Adjusted Life Years (DALYs).
Begitu banyak penyakit yang ditularkan melalui makanan, WHO menyatakan lebih dari 200 penyakit berpotensi dapat menular melalui makanan. Penyakit yang ditularkan melalui makanan atau WHO menyebutnya dengan penyakit bawaan pangan (Food Borne Diseases) merupakan penyakit keracunan yang disebabkan oleh mikroba atau parasit yang masuk ke dalam badan melalui makanan yang dikonsumsi.
Penyebab keracunan makanan dapat berasal dari berbagai faktor, seperti kontaminasi mikrobiologis, kontaminasi kimia, dan faktor fisik dalam makanan seperti:
- Bakteri: Salmonella atau E.Coli.
- Virus: Norovirus atau Hepatitis A.
- Parasit: Giardia atau Toxoplasma.
- Racun alami: seperti jamur beracun atau ikan tertentu.
- Bahan kimia: pestisida atau bahan pengawet berlebihan.
- Makanan yang sudah tidak layak makan (basi)
Gejala keracunan makanan yang perlu diwaspadai:
- Mual muntah
- Diare
- Sakit perut
- Demam
- Lemas disertai dehidrasi
Jika tidak ditangani dengan cepat, keracunan makanan dapat menyebabkan dehidrasi berat, gangguan kesadaran, bahkan mengancam nyawa. Penanganan pertama jika menggalami keracunan makanan:
- Istirahat cukup.
- Minum banyak air atau larutan elektrolit (misalnya: air kelapa muda) supaya tidak dehidrasi.
- Jika gejalanya parah (diare berdarah, demam tinggi, bahkan tidak sadarkan diri) segera ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Cara mencegah keracunan makanan:
- Pilih bahan makanan dengan benar
Keracunan makanan bisa dicegah sejak berbelanja bahan makanan:
-
- Pilih bahan makanan yang masih segar.
- Jika membeli daging atau ikan, bungkus terpisah dari bahan lain agar tidak mencemari.
- Sesampainya di rumah, simpan di kulkas bila belum matang.
- Jangan lupa cek tanggal kadaluarsa sebelum membeli atau mengolah bahan makanan.
- Cuci bahan makanan sebelum dimasak
Semua bahan makanan perlu dicuci bersih sebelum dimasak, bahkan setelah dikupas sekalipun. Hal ini penting karena kuman atau kotoran bisa saja masih menempel.
- Selalu cuci tangan dan peralatan masak
Biasakan mencuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah menyiapkan makanan. Jika memegang hewan, pastikan cuci tangan hingga benar-benar bersih. Peralatan masak juga harus dicuci bersih sebelum dipakai.
- Pisahkan makanan
Jangan campur makanan mentah dengan makanan yang sudah matang.
-
- Simpan daging mentah seperti ikan, dan makanan laut dalam wadah tertutup terpisah dalam kulkas.
- Gunakan talenan berbeda untuk sayur, daging, dan ikan agar tidak saling mencemari.
- Segera buang makanan yang sudah basi, kadaluarsa, atau berbau.
- Masak sampai matang
Memasak hingga benar-benar matang bisa membunuh kuman berbahaya. Daging, ayam, dan seafood harus dimasak dengan suhu cukup agar aman dikonsumsi. Untuk ikan, perhatikan kesegarannya semakin lama dibiarkan, semakin mudah terkontaminasi, jadi pastikan memasak dengan matang.
- Panaskan sebelum dimakan lagi
Jika ada sisa makanan, jangan langsung dimakan dingin. Panaskan dulu agar kuman yang mungkin tumbuh bisa mati. Namun, tidak semua makanan bisa dipanaskan berulang kali.
- Minum air yang sudah matang atau terjamin kebersihannya (air minum steril).
Poin pentingnya adalah jaga kebersihan makanan sejak berbelanja, saat memasak, hingga menyimpan makanan. Dengan begitu, keluarga bisa terhindar dari keracunan makanan.
Peran keluarga dan masyarakat:
- Keluarga: Biasakan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), serta awasi makanan anak-anak.
- Masyarakat: Gotong-royong menjaga kebersihan lingkungan, terutama di warung dan lingkungan pasar.
Laporkan jika ada kasus keracunan makanan massal pada pihak terkait agar segera mendapat penanganan. Makanan yang bersih dan sehat akan melindungi kita dari penyakit. Bersama menjaga kebersihan makanan, demi kesehatan keluarga dan masyarakat.



