Pengelolaan Air Bersih Untuk Lingkungan Sehat
- oleh admin1
- 29 Agustus 2025 11:18:34
- 335 views
Pengelolaan Air Bersih Untuk Lingkungan Sehat
Oleh:
1. Marfuah Fajriah Sholihah
2. Fattah Nabila Putri
(Mahasiswa Magang Prodi D4-Promosi Kesehatan, Fakultas Vokasi-UNY)
Penggelolaan Air Untuk Kesehatan
Air adalah bagian penting dari kehidupan di Bumi. Semua makhluk hidup termasuk manusia, tidak bisa bertahan hidup tanpa air. Air dibutuhkan untuk menjaga sehari-hari, oleh karena itu air yang kita gunakan sehari-hari untuk minum, memasak, mandi, mencuci dan lainnya harus dalam keadaan bersih, supaya kita dapat terhindar dari penyakit yang disebabkan oleh kualitas air yang buruk seperti diare, kolera, disentri, tipes, cacingan, penyakit kulit hingga keracunan. Wajib bagi seluruh elemen masyarakat menggunakan dan menjaga kualitas air bersih untuk kehidupan sehari-hari.
Mengenal sumber air sehat sebagai sumber air layak pakai dan sumber air yang berisiko untuk kesehatan:
- Sumber air yang layak pakai
- Sumur terlindungi
Sumur yang dibangun dengan benar adalah yang memiliki dinding dan lantai kedap air, serta jaraknya cukup jauh dari septic tank atau tempat pembuangan limbah.
- PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum)
Air yang sudah melalui proses pengolahan dan pemeriksaan kualitas sehingga lebih aman dipakai untuk kebutuhan rumah tangga.
- Air hujan yang dikelola dengan baik
Air hujan dapat dimanfaatkan jika ditampung di wadah yang bersih, tertutup rapat, dan tidak terkontaminasi kotoran.
- Sumber air yang berisiko untuk kesehatan
- Air permukaan:
Air sungai, danau, atau rawa, karena mudah tercemar sampah, limbah, dan kotoran hewan.
- Sungai tercemar:
Sungai tercemar yang digunakan untuk mandi, mencuci, memasak dan minum, karena dapat membawa bakteri dan bahan kimia berbahaya.
- Sumur dekat septic tank atau tempat pembuangan kotoran:
Hal ini Berisiko besar terkontaminasi bakteri penyebab diare, kolera, atau penyakit lainnya.
Cara mengelola kualitas air bersih di lingkungan supaya air tetap sehat dan layak digunakan sehari-hari, mari kelola dengan cara berikut:
- Jarak yang aman
Pastikan sumber air (sumur atau mata air) tidak berdekatan dengan jamban/septic tank maupun tempat sampah. Idealnya berjarak minimal 10meter agar kotoran tidak merembes mencemari air.
- Lindungi sumber mata air
Tutup atau pagar sumber mata air supaya tidak terkena sampah, kotoran hewan, atau limbah berbahaya.
- Rawat bangunan sumur
Jagalah sumur gali, sumur pompa, kran umum, dan mata air agar tidak rusak. Bila ada keretakan segera diperbaiki.
- Plester lantai & dinding sumur
Lantai sumur sebaiknya kedap air (diplester) supaya tidak retak. Bibir dan dinding sumur juga sebaiknya dilapisi plester dan ditutup supaya air tidak kemasukan/tercemar kotoran.
- Gunakan wadah tertutup
Ember penampung air harus ada penutupnya. Gunakan gayung bertangkai supaya tangan tidak langsung menyentuh air. Jangan lupa rutin membersihkan bak air.
- Cegah genangan di sekitar sumur
Pastikan tidak ada air tergenang di sekitar sumber air. Buat saluran pembuangan yang baik agar air limbah tidak kembali ke sumur. Hindari tumbuhnya lumut atau kotoran di lantai dan dinding sumur.
- Biasakan merebus air sebelum diminum
Walaupun terlihat jernih, air tetap perlu direbus hingga mendidih agar kuman dan bakteri mati.
- Gunakan saringan bila perlu
Untuk air yang keruh, sebaiknya disaring dulu sebelum direbus.
- Bersihkan tempat penampungan air secara berkala
Misalnya bak mandi atau toren, minimal seminggu sekali supaya tidak menjadi sarang nyamuk.
- Menggunakan disinfektan (klorin/kaporit)
Bila perlu gunakan disinfektan (klorin/kaporit) dalam air untuk membunuh kuman bakteri, menghilangkan bau tidak sedap, menjaga air tetap aman dan bersih, mengurangi pertumbuhan lumut.
Catatan penting:
-
- Kaporit harus digunakan dengan dosis yang tepat. jika terlalu banyak bisa berbahaya bagi kesehatan (menyebabkan iritasi mata, kulit, atau saluran pernapasan).
- Air yang sudah diberi kaporit sebaiknya tetap direbus dulu jika ingin diminum, agar lebih aman
Peran keluarga dan masyarakat dalam menjaga air bersih
Menjaga kualitas air bukan hanya tugas pemerintah atau petugas kesehatan, tetapi juga tanggung jawab kita bersama.
- Peran Keluarga:
- Biasakan selalu menjaga kebersihan sumur atau tempat penampungan air di rumah.
- Ajarkan anak-anak untuk tidak membuang sampah sembarangan ke sungai, selokan, atau dekat sumur.
- Gunakan air dengan bijak agar tidak boros dan tetap tersedia untuk kebutuhan sehari-hari.
- Peran Masyarakat:
- Melakukan gotong royong rutin membersihkan selokan, saluran air, atau sumber air bersama.
- Tidak membuang limbah rumah tangga, sampah plastik, atau bahan kimia ke sungai atau drainase.
- Segera melaporkan ke pihak berwenang (puskesmas, desa, atau dinas lingkungan) bila ada pencemaran air atau kerusakan fasilitas air bersih.
Dengan kerja sama keluarga dan masyarakat, sumber air akan tetap bersih, sehat, dan aman digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Bersama-sama menjaga kualitas air supaya tetap sehat, karena air bersih kunci hidup sehat.



