Mengenal Diabetes Lebih Dekat Untuk Hidup Lebih Sehat
- oleh admin1
- 26 Agustus 2025 10:46:09
- 240 views
Mengenal Diabetes Lebih Dekat Untuk Hidup Lebih Sehat
Oleh:
1. Marfuah Fajriah Sholihah
2. Fattah Nabila Putri
(Mahasiswa Magang Prodi D4-Promosi Kesehatan, Fakultas Vokasi-UNY)
Diabetes Melitus (DM) adalah penyakit tidak menular yang terjadi ketika tubuh tidak bisa menghasilkan cukup insulin atau insulin yang ada tidak bekerja dengan baik. Insulin adalah hormon yang berperan penting dalam mengatur gula darah. Akibatnya, kadar gula dalam darah menjadi tinggi dan bisa mengganggu kesehatan.
Kenali Jenis Diabetes Melitus (DM)
- DM Tipe 1: Diabetes yang disebabkan karena tidak adanya produksi insulin sama sekali. Kondisi ini umumnya didiagnosis pada usia anak-anak atau remaja dan memerlukan terapi insulin seumur hidup.
- DM Tipe 2: Merupakan jenis diabetes yang paling umum, sering kali disebabkan oleh gaya hidup tidak sehat, seperti pola makan tinggi gula dan kurang aktivitas fisik. Tubuh menjadi resisten terhadap insulin atau produksi insulin tidak efektif.
- DM Gestasional: Diabetes yang terjadi saat kehamilan. Meski biasanya hilang setelah melahirkan, kondisi ini meningkatkan risiko ibu dan bayi untuk terkena diabetes tipe 2 di masa depan.
- DM Tipe lainnya: Diabetes yang disebabkan oleh pemakaian obat, penyakit lain dan sebaginya.
Waspada Diabetes Melitus
Bagi pasien diabetes, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi komplikasi diabetes melitus tipe 2 maupun tipe 1 sangatlah penting, karena komplikasi ini dapat menyerang ke seluruh bagian tubuh, mulai dari organ mata hingga ujung kaki. Oleh karena itu, menjaga kadar gula darah tetap dalam batas normal sangat penting.
Dampak Penyakit Diabetes
Komplikasi diabetes melitus sendiri dikategorikan dalam dua jenis, yaitu komplikasi jangka pendek (akut) dan jangka panjang (kronis). Meskipun demikian, masing-masing dari keduanya dapat berakibat fatal.
- Dampak jangka pendek:
- Ketoasidosis Diabetik (KAD)
Kondisi dimana gula darah naik sangat tinggi dan tubuh tidak bisa menggunakannya sebagai energi. Akibatnya, tubuh memakai lemak sebagai bahan bakar, lalu menghasilkan zat bernama keton yang bersifat asam. Jika keton menumpuk terlalu banyak dalam darah, keseimbangan tubuh terganggu dan bisa menimbulkan gejala berat seperti; sesak napas, dehidrasi, bahkan koma atau kematian bila tidak segera teratasi.
- Hyperosmolar Hyperglycemic State (HHS)
HHS adalah komplikasi berbahaya dari diabetes dengan angka kematian sekitar 20%. Kondisi ini muncul ketika kadar gula darah naik sangat tinggi dalam waktu singkat. Penderita biasanya mengalami rasa haus yang sangat hebat, sering buang air kecil, dehidrasi, kejang, tubuh terasa lemas, bahkan bisa sampai bingung, kehilangan kesadaran, atau koma jika tidak segera ditangani.
- Hipoglikemia dan Hiperglikemia
Hipoglikemia adalah kondisi ketika kadar gula darah turun secara tiba-tiba. Pada penderita diabetes yang rutin minum obat, penting untuk selalu menjaga kadar gula darah agar terhindar dari masalah ini. Sebaliknya, Hiperglikemia adalah kondisi saat kadar gula darah naik terlalu tinggi. Hal ini sering terjadi pada penderita diabetes tipe 1 yang tidak teratur melakukan injeksi insulin sebelum makan. Kedua kondisi ini sangat berbahaya bila tidak segera ditangani, karena dapat menyebabkan komplikasi serius seperti; stroke, koma diabetikum, ketoasidosis diabetik (KAD) bahkan kematian.
- Dampak jangka panjang:
- Kerusakan ginjal
- Gangguan pada mata
- Penyakit kardiovaskuler
- Masalah kulit dan kaki
- Kerusakan saraf
Faktor Risiko Diabetes Melitus
Faktor risiko yang bisa diubah:
- Merokok
- Berat badan berlebih
- Kurang aktivitas fisik
- Gangguan toleransi glukosa
Faktor risiko yang tidak bisa diubah:
- Usia lebih dari 40 tahun
- Mempunyai riwayat keluarga penderita DM diabetes miletus
- Kehamilan dengan gula darah tinggi
- Riwayat ibu melahirkan bayi dengan berat badan kurang dari 4 kg
- Bayi yang memiliki berat badan lahir (BBL) kurang dari 2,5 kg
Kenali Tanda Dan Gejala Diabetes Melitus
- Sering buang air kecil.
- Peningkatan nafsu makan yang berlebihan atau merasa cepat lapar.
- Sering merasa haus
- Mudah merasa lelah
- Penglihatan kabur
- Mengalami infeksi luka yang susah sembuh
- Penurunan berat badan
- Kesemutan, nyeri, atau mati rasa di tangan atau kaki
Jika menggalami tanda dan gejala di atas segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan tindakan lebih lanjut.
Pencegahan Diabetes Melitus
- Pola makan sehat (kurangi gula, perbanyak sayur & buah).
- Aktivitas fisik minimal 30 menit sehari.
- Menjaga berat badan ideal.
- Cukup tidur dan kelola stres.
- Pemeriksaan gula darah secara berkala ke fasilitas kesehatan, terutama bagi yang berisiko.
Cegah diabetes mulai dari diri sendiri. Jaga pola makan, rutin bergerak, dan lakukan pemeriksaan kesehatan. Hidup sehat dan wujudkan masa depan tanpa diabetes melitus.



