Kenali Dan Kendalikan Hipertensi, Sebelum Hipertensi Mengenali Kita

Kenali Dan Kendalikan Hipertensi, Sebelum Hipertensi Mengenali Kita

Oleh:

1. Marfuah Fajriah Sholihah

2. Fattah Nabila Putri

(Mahasiswa Magang Prodi D4-Promosi Kesehatan, Fakultas Vokasi-UNY)

 

Mengenal Penyakit Hipertensi atau tekanan darah tinggi yang sering disebut sebagai The Silent Killer karena sering tidak menimbulkan gejala. Kondisi ini perlu diwaspadai oleh setiap orang, sebab siapa pun dapat mengalaminya tanpa disertai tanda-tanda yang jelas pada tubuh.  Secara umum, pengertian Hipertensi adalah suatu  keadaan dimana tekanan darah sistolik pada tubuh seseorang lebih dari atau sama dengan 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari atau sama dengan 90 mmHg secara terus menerus.

Hipertensi penting untuk diperhatikan karena lambat laun dapat mengakibatkan berbagai macam komplikasi, di antaranya stroke, penyakit jantung, penyakit ginjal, gangguan penglihatan, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memeriksakan tekanan darah secara rutin, karena hanya dengan pengukuran sajalah kita bisa mengetahui tekanan darah kita normal atau sudah tergolong hipertensi.

Faktor Risiko Hipertensi

Faktor risiko yang tidak dapat diubah:

  1. Umur:

Umur menjadi faktor risiko hipertensi yang tidak dapat diubah karena seiring bertambahnya usia, pembuluh darah makin kaku dan fungsi organ menurun. Hal ini membuat tekanan darah lebih mudah meningkat, meski tanpa faktor risiko lain.

  1. Jenis kelamin:

Jenis kelamin jadi faktor risiko hipertensi yang tidak bisa diubah karena dipengaruhi hormon. Umumnya, pria lebih berisiko sejak muda, sedangkan pada wanita risiko meningkat setelah menopause. Karena faktor ini alami dan tidak bisa dihindari.

  1. Genetik:

Jika ada riwayat hipertensi dalam keluarga, kemungkinan risiko terkena hipertensi lebih tinggi.

 

Faktor risiko yang dapat diubah, faktor risiko ini muncul akibat perilaku tidak sehat penderita hipertensi:

  1. Merokok
  2. Konsumsi garam berlebih
  3. Berat badan berlebih/kegemukan
  4. Makan makanan rendah serat
  5. Kurang aktivitas fisik
  6. Konsumsi alkohol
  7. Stres
  8. Dislipidemia (kondisi ketika kadar lemak dalam darah (kolesterol dan trigliserida) tidak normal, bisa terlalu tinggi atau terlalu rendah).

Gejala Darah Tinggi (Hipertensi) yang Perlu Diwaspadai

Meski sebagian para penderita darah tinggi tidak merasakan gejala, namun terdapat beberapa gejala umum yang akan dirasakan oleh penderita darah tinggi. Berikut ini adalah beberapa gejala darah tinggi yang dapat dirasakan apabila tidak segera diobati, diantaranya adalah:

  1. Sakit kepala
  2. Sesak nafas
  3. Sering merasa gelisah
  4. Pandangan menjadi kabur
  5. Mual dan muntah
  6. Mudah lelah

Jika mengalami gejala di atas segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Karena jika dibiarkan, tekanan darah yang terus menerus tinggi akan meningkatkan resiko penyakit tidak menular yang lain seperti:

  1. Stroke
  2. Serangan jantung
  3. Gagal ginjal
  4. Gangguan penglihatan

Cara Mencegah Hipertensi

Beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan sehari-hari untuk mencegah hipertensi:

  1. Olahraga teratur minimal 30 menit per hari atau 150 menit per minggu (jalan cepat, bersepeda, berenang, senam aerobik).
  2. Menjaga berat badan ideal dengan pola makan sehat. makan makanan tinggi serat dan rendah lemak (sayur dan buah).
  3. Batasi asupan garam, maksimal 1 sendok teh per hari, dan kurangi makanan cepat saji.
  4. Perbanyak konsumsi buah, sayur, ikan, serta gunakan minyak sehat (misalnya olive oil).
  5. Batasi lemak jenuh, kolesterol, serta hindari rokok dan alkohol.
  6. Minuman minuman sehat seperti kopi tanpa gula, teh hijau, atau teh hitam.
  7. Pemgecekan rutin tekanan darah ke fasilitas kesehatan, setelah berumur 15 tahun keatas minimal 1 tahun sekali.

Hal yang Perlu Diperhatikan Penderita Hipetensi

Berikut adalah hal-hal yang harus dilakukan oleh pengidap hipertensi:

  1. Kurangi asupan garam

Tidak hanya garam meja, tetapi juga makanan-makanan yang kandungan garamnya tinggi, seperti makanan cepat saji (mi instan, burger, pizza), makanan berpengawet, keju, mentega, dan makanan kemasan (kerupuk, keripik).

  1. Perbaiki pola makan.

Kurangi makanan tinggi lemak, termasuk makanan yang digoreng. Perbanyak asupan serat seperti sayur dan buah-buahan.

  1. Tingkatkan aktivitas fisik, rajin berolahraga
  2. Tidur cukup, hindari stress berlebihan dengan relaksasi atau hobi
  3. Turunkan berat badan yang berlebih denngan pola makan yang baik
  4. Konsumsi obat-obatan secara rutin atas petunjuk dokter.

Bila tekanan darah sudah turun, obat antihipertensi tetap diteruskan seumur hidup, kecuali bila dokter yang menghentikan. Obat-obatan antihipertensi tidak mengakibatkan gangguan ginjal. Gangguan ginjal justru terjadi akibat hipertensi yang tidak terkendali. Meskipun sudah minum obat antihipertensi, pola hidup sehat harus tetap dijaga.

  1. Stop merokok dan stop minum alkohol
  2. Kontrol ke dokter secara berkala untuk memantau tekanan darah dan memantau komplikasi penyakit. (Setiap kontrol ke dokter, tekanan darah akan diperiksa, apakah sudah terkendali atau belum).

Hipertensi bisa di cegah dan dikendalikan, mulai lakukan gaya hidup sehat sekarang untuk hidup yang lebih baik.