Waspada Bahaya Leptospirosis

Waspada Bahaya Leptospirosis

Oleh:

1. Marfuah Fajriah Sholihah

2. Fattah Nabila Putri

(Mahasiswa Magang Prodi D4-Promosi Kesehatan, Fakultas Vokasi-UNY)

 

Kasus Leptospirosis menjadi isu yang ramai diperbincangkan saat ini. Dikutip dari website berita republika.co.id kasus Leptospirosis di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta mengalami peningkatan hingga pekan kedua Juli 2025, tercatat 282 kasus leptospirosis, dengan 24 pasien meninggal dunia, Kabupaten Bantul mencatat kasus terbanyak di DIY, yakni 165 kasus, disusul Sleman 53 kasus, Kulon Progo 32 kasus, Kota Yogyakarta 21 kasus, dan Gunungkidul 11 kasus.

Dinkes DIY menyebutkan bahwa menekankan pentingnya deteksi dini serta perilaku hidup bersih dan sehat. Ia menegaskan penggunaan alat pelindung saat bekerja di lingkungan kotor, menjaga kebersihan rumah dan saluran air, serta segera memeriksakan diri saat muncul gejala, menjadi kunci utama pencegahan.

Leptospirosis adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Leptospira sp. Penyakit ini menular dari hewan ke manusia dan dapat berakibat kematian. Umumnya tikus menjadi perantara penyebaran bakteri. Penyebab penyakit ini dapat berupa Kontak langsung dengan Iingkungan, air, tanah becek, atau lumpur yang terkontaminasi bakteri Leptospira Sp. Di mana bakteri masuk melalui kulit luka/lecet atau Konsumsi makanan dan air yang terkontaminasi bakteri Leptospira Sp.

Maka dari itu Masyarakat perlu waspada dengan tempat-tempat yang beresiko seperti dibawah.

  • Tinggal atau beraktivitas di wilayah banjir
  • Wilayah pemukiman banyak ditemukan tikus
  • Melakukan aktivitas di sungai, perkebunan, dan sawah

Untuk mengurangi resiko tertular penyakit ini dianjurkan untuk menggunakan sepatu boot dan sarung tangan untuk meminimalisir kontak langsung dengan tanah atau air. Dan jika sedang memiliki luka/goresan terbuka di kulit pastikan luka tertutup dengan plaster atau sejenisnya untuk mengurangi risiko terjangkit bakteri Leptospira Sp.

Adapun gejala dari penyakit Leptospirosis diantaranya sebagai berikut:

  1. Demam Mendadak
  2. Lemah
  3. Mata merah
  4. Kekuningan pada kulit
  5. Sakit kepala
  6. Nyeri otot betis

Apabila gejala ini muncul segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat sebelum penyakitnya semakin parah. Penyakit ini memang berbahaya tapi bukan berarti penyakit ini tidak dapat dicegah. Ada beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit ini:

  1. Jaga kebersihan diri dan lingkungan.
  2. Simpan makanan dan minuman dengan baik agar terhindar dari tikus.
  3. Cuci tangan dan kaki dengan sabun setelah aktivitas.
  4. Pakai sepatu dan sarung tangan karet bila membersihkan lingkungan.
  5. Bersihkan dengan disinfektan, lokasi yang dicuri-gai bekas kencing tikus.
  6. Basmi tikus di lingkunganmu.