Kanker Payudara Bukan Akhir dari Segalanya: Mulai dari SADARI untuk Selamatkan Nyawa
- oleh admin1
- 25 Juli 2025 11:06:19
- 335 views
Kanker Payudara Bukan Akhir dari Segalanya: Mulai dari SADARI untuk Selamatkan Nyawa
Oleh:
1. Marfuah Fajriah Sholihah
2. Fattah Nabila Putri
(Mahasiswa Magang Prodi D4-Promosi Kesehatan, Fakultas Vokasi-UNY)
Sesuatu yang mudah bukan berarti hanya menimbulkan dampak yang kecil. Meski hanya gerakan sederhana yang dilakukan setiap bulan, dengan melakukan SADARI atau periksa payudara sendiri maka seseorang sudah melakukan upaya untuk mendeteksi kanker payudara. Kanker payudara merupakan kanker nomor satu pada wanita. Penyakit di mana sel-sel payudara abnormal tumbuh tak terkendali dan membentk tumor. Jika tidak ditanggani, tumor dapat menyebar ke seluruh tubuh dan berakibat fatal. Hal ini menciptakan tumor yang menyebabkan benjolan atau penebalan.
Dilansir dari artikel WHO tahun 2022 sebanyak 2,3 juta perempuan yang didiagnosis kanker payudara dan 670.000 kematian di seluruh dunia. Sedangkan dilansir dari artikel KEMENKES RI tahun 2022 prevalensi kanker payudara di indonesia diperkirakan bertambah sekitar 65.000 kasus baru setiap tahun. Dan yang sagat disayangkan 70% pasien kanker baru berkunjung saat stadium akhir. Bahkan menurut media KOMPAS tahun 2021, hanya 1 dari 5 responden menggaku pernah ke dokter untuk memeriksa payudara.
Penyebab kanker payudara belum ditemukan secara pasti namun terdapat faktor resiko yang mempengaruhi kemunculan sel kanker di payudara seperti:
- Merokok dan terpapar asap rokok
- Pola makan yang buruk (tinggi lemak dan rendah serat menggandung zat pengawet/pewarna: makanan cepat saji)
- Haid pertama pada umur kurang dari 12 tahun
- Menopause (berhenti haid) setelah umur 50 tahun
- Melahirkan anak pertama setelah umur 35 tahun
- Tidak pernah menyusui anak
- Pernah menggalami operasi pada payudara yang disebabkan oleh kelainan tumor jinak maupun ganas
- Di antara anggota keluarga ada yang menderita kanker payudara
Adapun pencegahan yang dapat dilakukan yakni menjalani gaya hidup sehat pola makan sehat, istirahat yang cukup, melakukan aktivitas fisik dan berolahraga teratur serta rutin melakukan SADARI.
SADARI adalah singkatan dari periksa payudara sendiri. Pemeriksaan ini dilakukan secara mandiri untuk upaya untuk deteksi dini kanker payudara. SADARI dapat dilakukan di rumah dengan menggunakan media kaca sebagai refleksi payudara untuk diamati. Niat dan konsistensi dalam melakukan SADARI juga berperan penting dalam upaya deteksi dini kanker payudara.
SADARI dapat dilakukan dengan beberapa cara:
- Melihat di cermin:
Lepaskan baju dan bra Anda kemudian berdiri di depan cermin. Cari perubahan pada bentuk payudara, pembengkakan payudara, cekungan pada kulit Anda, atau perubahan posisi puting susu Anda. Selanjutnya, angkat lengan Anda tinggi di atas kepala dan cari hal yang sama. Terakhir, letakkan tangan Anda di pinggul dan tekan dengan kuat untuk membuat otot dada Anda mengejang. Cari perubahan yang sama lagi. Pastikan untuk melihat kedua payudara.
- SADARI dengan berdiri:
Lepaskan baju dan bra Anda. Gunakan tangan kanan Anda untuk memeriksa payudara kiri, kemudian sebaliknya. Dengan ujung tiga jari tengah Anda, tekan setiap bagian dari satu payudara. Gunakan tekanan ringan, kemudian sedang, lalu kuat. Rasakan ada benjolan, lapisan tebal, atau perubahan lain. Pola melingkar dapat membantu Anda memastikan Anda memeriksa setiap bagian. Kemudian, tekan jaringan yang paling dekat dengan ketiak Anda. Pastikan untuk memeriksa di bawah areola (area di sekitar puting susu Anda) dan kemudian tekan puting susu Anda untuk memeriksa adanya keluarnya cairan. Ulangi langkah-langkah tersebut di sisi yang lain. Banyak orang melakukan pemeriksaan mandiri saat berdiri sambil mandi.
- SADARI dengan berbaring:
Ketika Anda berbaring, jaringan payudara Anda akan menyebar lebih merata. Ini menjadikannya posisi yang baik untuk merasakan perubahan, terutama jika payudara Anda besar. Berbaringlah dan letakkan bantal di bawah bahu kanan Anda. Tempatkan lengan kanan Anda di belakang kepala. Menggunakan tangan kiri, terapkan teknik yang sama seperti opsi 2, gunakan bantalan jari tengah Anda untuk menekan semua bagian jaringan payudara Anda dan di bawah ketiak. Terakhir, pindahkan bantal ke sisi yang lain, dan periksa payudara dan ketiak Anda yang lain. Pastikan untuk memeriksa di bawah areola Anda dan kemudian tekan puting susu Anda untuk memeriksa keluarnya cairan.
Orang-orang yang masih menstruasi (memiliki periode yang teratur) harus melakukan pemeriksaan payudara sendiri di hari ke 7 sampai dengan 10 setelah hari pertama menstruasi. Orang-orang yang telah mencapai menopause dan orang-orang yang memiliki periode yang sangat tidak teratur dapat memilih satu hari setiap bulan. Pilihlah hari yang konsisten dan mudah diingat, seperti hari pertama bulan, hari terakhir bulan, atau angka favorit Anda.




