Inovasi KEMAS BUMI CINTA “Kunjungan dan Temu Kelas Ibu Hamil Cegah Kematian Maternal dan Neonatal”

LATAR BELAKANG INOVASI

“Kemas Bumi Cinta” merupakan inovasi yang dilakukan Puskesmas Kokap II yang dikembangkan oleh Lilian Advent CN, S.Tr.Keb. dalam rangka menurunkan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi. Berbeda dengan kegiatan kelas ibu hamil yang biasa dilakukan oleh banyak Puskesmas, inovasi kegiatan kelas ibu hamil di Puskesmas Kokap II di lakukan kegiatan pengembangan yaitu bidan lebih melakukan pendekatan kepada ibu hamil melalui kegiatan berkunjung atau temu ibu hamil baik ibu hamil normal maupun ibu hamil resiko tinggi di wilayah apabila ibu hamil tersebut berhalangan hadir untuk mengikuti kelas ibu hamil, Bidan melakukan komunikasi informasi dan edukasi kepada ibu hamil terkait kehamilannya secara menyeluruh menggunakan buku KIA selanjutnya memantau memastikan bahwa ibu hamil tersebut aktif hadir dalam pertemuan kelas ibu hamil selanjutnya.

 

TUJUAN INOVASI

Tujuan umum inovasi Kemas Bumi Cinta dilakukan dalam rangka meningkatkan pengetahuan, merubah sikap dan perilaku ibu agar memahami tentang kehamilan, perubahan tubuh dan keluhan selama kehamilan, persalinan, perawatan nifas, KB pasca salin, perawatan bayi baru lahir dan mitos/kepercayaan adat istiadat setempat, penyakit menular seksual dan akte kelahiran.

Tujuan khusus:

  1. Meningkatkan koordinasi/komunikasi melalui kunjungan nakes ke rumah ibu hamil baik ibu hamil normal maupun ibu hamil resiko tinggi dalam melakukan pelayanan dan pemantauan kesehatan ibu hamil untuk mencapai pelayanan kesehatan sesuai standar.
  2. Meningkatkan kehadiran ibu hamil dalam pertemuan kelas ibu hamil.
  3. Melibatkan kader secara aktif dalam kegiataan pelayanan kesehatan ibu hamil sesuai standar
  4. Capaian program KIA meningkat.

 

STRATEGI INOVASI

Supaya tujuan meningkatkan ilmu pengetahuan dan ketrampilan ibu hamil terkait kesehatannya yang menyeluruh tercapai, maka dengan Kemas Bumi Cinta ini bidan berupaya melakukan pendekatan kepada seluruh ibu hamil yang ada di wilayah untuk memantau dan mendapatkan informasi terkait Kesehatan ibu hamil di wilayah UPT Puskesmas Kokap II dan di harapkan dari upaya ini ibu hamil akan lebih memahami akan kebutuhan kesehatannya yaitu bersedia periksa kesehatan sesuai standar baik secara kualitas 10 T maupun secara kuantitas mendapatkan pemeriksaan kehamilan minimal enam kali dan dua kali ANC Terpadu.

 

HASIL INOVASI

  1. Proses
    1. Bidan pemegang wilayah merekap jumlah kehadiran ibu hamil pada pertemuan kelas ibu.
    2. Pertemuan UKM membahas kegiatan program kelas ibu hamil Permasalahan, Analisa dan tindak lanjutnya
  2. Evaluasi Hasil

Peningkatan prosentase cakupan tahun 2022 ibu hamil yang melaksanakan Kunjungan K4 tahun 2021 sebanyak 76,9 % menjadi 100 % pada tahun 2022, pada tahun 2022 tidak ada kematian ibu, Pada tahun 2022 kematian neonatal 2 kasus, persalinan faskes 1 kasus. Hal ini masih perlunya inovasi untuk dilanjutkan di wilayah UPT Puskesmas kokap II.

 

MANFAAT INOVASI

  1. Ibu hamil mendapatkan Informasi terkait kehamilannya secara Kualitas yaitu 10 T sehingga apabila ada resiko bisa dilakukan penanganan dan rujukan yang tepat sebagai upaya pencegahan komplikasi dalam kehamilan.
  2. Ibu hamil normal tetap mendapatkan perhatian, pemantauan dan kunjungan yang sama dengan ibu hamil risti dari tenaga Kesehatan sehingga sebagai upaya deteksi dini terhadap komplikasi ibu hamil.
  3. Peran kader kesehatan sebagai ujung tombak koordinasi pelayanan kesehatan sangat baik karena mereka menjadi tempat bertanya ibu hamil yang enggan bertanya pada Hal ini menjadikan bidan mengetahui harapan dan kebutuhan ibu hamil.
  4. Ibu hamil mendapatkan informasi tentang kehamilan dengan lebih jelas dengan menambah informasi yang sudah ada buku KIA.
  5. Bidan lebih mudah melakukan pemantauan dan pencatatan ibu hamil yang sudah melaksanakan pemeriksaan sesuai standar lebih lengkap dan valid sehingga bisa meningkatkan indikator kinerja baik SPM maupun kinerja puskesmas khususnya Kesehatan keluarga.
  6. Kegiatan KEMAS BUMI CINTA menjadi upaya komunikasi langsung tenaga kesehatan dengan ibu hamil tentang keluhan yang dialami sejak kehamilan awal dan mencegah komplikasi dengan mencegah keterlambatan penanganan kasus maupun mengatasi masalah dalam proses rujukan.

 

TANTANGAN INOVASI

  1. Ibu hamil dengan masalah sosial dan ibu bekerja kurang aktif mengikuti kelas ibu hamil.
  2. Harus membuat jadwal kunjungan dengan ibu hamil yang bekerja.
  3. Ibu hamil yang kurang aktif dalam interaksi KIE tentang kesehatannya.
  4. Medan lokasi rumah ibu hamil yang sulit untuk dilalui kendaraan bermotor saat berkunjung.
  5. Komunikasi dan koordinsi dengan lintas sector terkait permasalahan kegawatdaruratan di wilayah UPT Puskesmas kokap II.

 

PENGEMBANGAN POTENSI INOVASI

  1. Kegiatan yang mudah dan tidak menggunakan biaya.
  2. Pengembangan inovasi di tahun 2023 membentuk menyepakati tim gerak cepat bersama linsek terkait permasalahan kegawatdaruratan di wilayah UPT Puskesmas Kokap II.
  3. Pendataan Ibu hamil secara realtime di awal bulan oleh kader, agar mengetahui sasaran dan Langkah pemantauan lebih dini terkait ibu hamil.
  4. Membuat jadwal pelayanan ANC terpadu sebagai one day shoping untuk ibu hamil.
  5. Mengaktifkan kembali grup Whatsaap ibu hamil sebagai media informasi digital.

 

KESIMPULAN

  1. Semua ibu hamil di wilayah kerja UPT Puskesmas Kokap II mendapatkan pelayanan ANC sesuai standar
  2. Semua ibu hamil persalinan dengan nakes dan di Faskes.
  3. Jadwal pelayanan ANC terpadu sebagai one day shoping ibu hamil di hari Sabtu.
  4. Kader kesehatan berpartisipasi aktif dalam kegiatan kelas ibu hamil dan pemantauan Kesehatan ibu hamil di wilayah UPT Puskesmas Kokap II.
  5. Kegiatan KEMAS BUMI CINTA menjadi inovasi yang harus di lanjutkan sebagai cara pemantauan yang efektif bagi ibu hamil.

 

SARAN

  1. Kegiatan KEMAS BUMI CINTA tetap dijalankan bersama lintas program dan lintas sector untuk mendukung program pemerintah dalam menurunkan AKI AKB.
  2. Sosialisasi kegiatan melalui Grup wathsaap ibu hamil menjadi upaya informasi digital.
  3. Melakukan penyempurnaan sehingga inovasi yang mudah dan murah sebagai sarana koordinasi dan pemantauan ibu hamil dalam membantu pelayanan kesehatan ibu hamil sesuai standar.