Inovasi PECEL BU SITA

Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan upaya kesehatan, yang berperan penting dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas harus mendukung tiga fungsi pokok Puskesmas, yaitu sebagai pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan, pusat pemberdayaan masyarakat, dan pusat pelayanan kesehatan strata pertama yang meliputi pelayanan kesehatan perorangan dan pelayanan kesehatan masyarakat.

Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas meliputi 2 (dua) kegiatan, yaitu kegiatan yang bersifat manajerial berupa pengelolaan Sediaan Farmasi dan Bahan Medis Habis Pakai dan kegiatan pelayanan farmasi klinik (Peraturan Menteri Kesehatan RI No 74 tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas, 2016)

Pengelolaan Sediaan Farmasi dan Bahan Medis Habis Pakai merupakan salah satu kegiatan pelayanan kefarmasian, yang dimulai dari perencanaan, permintaan, penerimaan, penyimpanan, pendistribusian, , pemusnahan, pengendalian, pencatatan dan pelaporan serta pemantauan dan evaluasi. Tujuannya adalah untuk menjamin kelangsungan ketersediaan dan keterjangkauan Sediaan Farmasi dan Bahan Medis Habis Pakai yang efisien, efektif dan rasional, meningkatkan kompetensi/kemampuan tenaga kefarmasian, mewujudkan sistem informasi manajemen, dan melaksanakan pengendalian mutu pelayanan.

Dalam kegiatan pengelolaan Sediaan Farmasi dan Bahan Medis Habis Pakai tentu membutuhkan laporan bulanan sebagai administrasi, aspek pengendalian sebagai monitoring dan evaluasi pengelolaan. Laporan Bulanan Kefarmasian di Puskesmas saat ini boleh dibilang sangat banyak. Tercatat ada 30 laporan bulanan kefarmasian di Puskesmas. Laporan bulanan ini harus di laporkan dalam aplikasi, dan beberapa masuk sebagai evaluasi kegiatan dalam rapat Puskesmas.

No

Nama Laporan Bulanan

Batas Waktu Pengumpulan laporan

Tujuan Pengiriman Laporan

1

LPLPO (Laporan Pemakaian dan Lembar Permintaan Obat) (SimoKu)

Tanggal 5 bulan berikutnya

Dinkes KP

2

LPLP BMHP

Tanggal 5 bulan berikutnya

Dinkes KP

3

LPLP Vaksin

Tanggal 5 bulan berikutnya

Dinkes KP

4

POR (Penggunaan Obat Rasional)

Tanggal 5 bulan berikutnya

Internal

5

Stok Opname Obat, BMHP, Reagen, Vaksin

Tanggal 31 (akhir bulan)

Dinkes KP

6

Stok Opname Vaksin rutin, BIAS, dan covid-19 di aplikasi SMILE.

Tanggal 31 (akhir bulan)

Aplikasi SMILE

7

Rekap pencatatan PIO (Pemberian Informasi Obat)

Tanggal 31 (akhir bulan)

Internal

8

Rekap pencatatan Konseling

Tanggal 31 (akhir bulan)

Internal

9

Monitoring Suhu Ruangan Gudang dan Kulkas

Tanggal 31 (akhir bulan)

Internal

10

Register Pemakaian Psikotropika dan OOT.

Tanggal 31

Internal

11

SIHA (Sistem Informasi HIV Aids)

cut off tanggal 25

Aplikasi SIHA

12

SITB (Sistem Informasi TB)

Tanggal 5 bulan berikutnya

Aplikasi SITB

13

Aplikasi Selena (ketersediaan 40 obat indikator dan 5 vaksin)

Cut off tanggal 25 bulan berjalan

Aplikasi Selena / e-monev katalog obat

14

Aplikasi Simona

Tanggal 5 bulan berikutnya

Aplikasi Simona

15

Laporan Ketersediaan Obat Sesuai Forkab

Tanggal 5 bulan berikutnya

Internal

16

Laporan Kesesuaian Peresepan Sesuai Forkab

Tanggal 5 bulan berikutnya

Internal

17

Monitoring Obat Emergensi.

Tanggal 31 (akhir bulan)

Internal

18

Laporan Insiden

Tanggal 5 bulan berikutnya

Internal / Mutu

19

Laporan Obat ED / Kadaluwarsa.

Tanggal 31 (akhir bulan)

Dinkes KP

20

Rekonsiliasi Persediaan.

Tanggal 5 bulan berikutnya

Dinkes KP

21

PTO (Pemantauan Terapi Obat)

Tanggal 5 bulan berikutnya

Internal

22

SBBK Puskesmas (Surat Bukti Barang Keluar)

Tanggal 31 (akhir bulan)

Internal

23

Daftar Obat LASA dan High Alert

Tanggal 5 bulan berikutnya

Internal

24

Pemantauan Identifikasi Pasien dan LASA

Tanggal 5 bulan berikutnya

Internal

25

Survei Waktu Tunggu Pelayanan Kefarmasian

Tanggal 5 bulan berikutnya

Internal

26

Input Faktur Obat dan BMHP

Tanggal 31 (akhir bulan)

Internal

27

MESO (Monitoring Efek Samping Obat)

Tanggal 5 bulan berikutnya

Internal

28

Laporan PKP

Tanggal 5 bulan berikutnya

UKP

29

Laporan Indikator Mutu Layanan Klinis

Tanggal 5 bulan berikutnya

Mutu

30

Skrining Administrasi Resep

Tanggal 31 (akhir bulan)

UKP

 

Tahapan pengendalian, administrasi dan pemantauan evaluasi merupakan hal yang akan mempengaruhi proses perencanaan, apabila tahapan tersebut tidak dilakukan secara baik maka sisklus pengelolaan obat tidak berjalan dengan baik pula. Berdasarkan yoku sanjaya dalam penelitian di tahun 2017, pemantauan persediaan menjadi tantangan yang besar dalam pengelolaan logistik baik di tingkat puskesmas, Dinas kesehatan kabupaten, dinas kesehatan propinsi maupun tingkat kementerian. Perlu peningkatan dan ketepatan laporan baik secara timeline maupun akurasi datanya sehingga menghasilkan keputusan / kebijakan dalam pengelolaan obat logistik yang lebih baik.

ketepatan dan keakuratan pelaporan memberikan manfaat secara tidak langsung adalah menjaga ketersediaan obat yang akan berdampak pada pengobatan rasional dan keselamatan pasien. Sehingga menguatkan perlunya inovasi dalam rangka meningkatkan akurasi dan ketepatan waktu pelaporan bagi Puskesmas, Dinas Kesehatan serta Kementerian Kesehatan.

Dengan sedemikian pentingnya fungsi pelaporan dalam membantu mengambil kebijakan baik di tahapan perencanaan di tingkat puskesmas maupun kabupaten maka diperlukan tools yang dapat membantu mengingatkan semua laporan bulanan kefarmasian yang harus dikerjakan tepat waktu. Untuk itulah Ade Doni Irawan, A.Md.Farm membuat inovasi PECEL BU SITA (Pengingat Centang Laporan Bulanan Kefarmasian Tepat Waktu).

Beberapa hal yang mendasari dilakukannya inovasi ini diantaranya adalah:

  1. Urgensi tersusunnya laporan tepat waktu
  2. Output laporan bulanan kefarmasian yang harus terlaporkan sangat banyak (30 Laporan)
  3. Jadwal pengumpulan laporan bulanan kefarmasian di tiap periodenya selalu bersamaan

 

Tujuan Inovasi

Inovasi PECEL BU SITA mempunyai tujuan mendukung program kesehatan dengan menjaga ketersediaan farmasi melalui kegiatan pelaporan obat tepat waktu di UPT Puskesmas Kokap II. Dan secara khusus bertujuan:

  1. Membantu petugas farmasi menginventaris laporan bulanan kefarmasian yang harus
  2. Membantu mengingatkan petugas farmasi untuk menyelesaikan laporan tepat
  3. Membantu Puskesmas lain di Kulon Progo agar menyelesaikan laporan kefarmasian bulanan tepat waktu

Keunggulan dan Penerapan

Keunggulan inovasi PECEL BU SITA:

  • Mudah digunakan, tinggal geser checklist ke centang jika sudah atau silang jika belum
  • Murah
  • Menarik. Tampilan tools sekilas seperti mainan

PECEL BU SITA dibuat dari bahan papan plastik. Judul papan bagian atas terbuat dari plywood full vernis. Untuk nama laporan terbuat dari kertas.  Penggunaan tools ini sangat mudah. Petugas farmasi tinggal menggeser checklist ke centang hijau jika sudah dikerjakan, atau silang jika belum.

Dengan adanya inovasi PECEL BU SITA, farmasi Puskesmas Kokap II Ade Doni Irawan, A.Md.Farm mendapatkan penghargaan “LPLPO tercepat No 1” (data pelaporan Januari 2022-Oktober 2022) Puskesmas se-Kulon Progo dalam acara Penggalangan Komitmen Pengelola Obat Kulon Progo, 13 November 2022. Selanjutnya, dalam Paparan Evaluasi Pelaporan Yanfar Triw. 4 Tahun 2022 via zoom meeting. tim farmasi Puskesmas Kokap II mendapatkan penghargaan apresiasi atas nama apt. Ria Wahyu Dewanti, S. Farm (APJ farmasi Puskesmas Kokap II) kategori “Penyampaian Laporan Tercepat bulan Desember 2022 dan Memenuhi Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas”. Bukti bahwa Pecel Bu Sita tidak hanya bermanfaat bagi satu orang, tapi juga bisa bermanfaat bagi tim farmasi Puskesmas Kokap II.

Program inovasi PECEL BU SITA ini telah direplikasi oleh 10 Puskesmas lain di Kulon Progo. Total 11 dari 21 Puskesmas sudah menggunakan PECEL BU SITA (data per 16 September 2023). Update, saat ini Pecel Bu Sita telah di replikasi oleh seluruh Puskesmas di Kulon Progo. (data per 7 Desember 2023).

ditulis oleh : Ade Doni