Dinas Kesehatan kunjungi Puskesmas Kokap II Gelar Monitoring dan Evaluasi Protokol Hipertensi
- oleh admin1
- 30 September 2026 14:36:30
- 7 views
Kokap, 16 September 2026 – Dalam upaya mengoptimalkan tata laksana penanganan penyakit tidak menular, khususnya hipertensi, Puskesmas Kokap II mendapat kunjungan dari Dinas Kesehatan dalam rangka Monitoring dan Evaluasi (Monev) Protokol Hipertensi pada Rabu (16/9/2026). Acara yang berlangsung di Aula Puskesmas ini dihadiri oleh jajaran tenaga kesehatan Puskesmas serta tim dari Dinas Kesehatan Provinsi DIY dan Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo.
Kegiatan diawali dengan pembacaan doa bersama dan dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Puskesmas. Dalam sambutannya, dr. Arum selaku Kepala Puskesmas menyampaikan kondisi keterbatasan tenaga kesehatan di lapangan, di mana saat ini perawat yang bertugas berjumlah 2 orang. Kendati demikian, komitmen untuk memberikan pelayanan kesehatan yang optimal kepada masyarakat tetap menjadi prioritas.
Paparan Pelaksanaan Protokol Hipertensi
Dokter Erry dalam paparannya menjelaskan gambaran umum pelaksanaan Protokol Hipertensi di Puskesmas. Saat ini, tercatat ada sekitar 1.900 kasus hipertensi yang ditangani. Sebagai landasan operasional, Puskesmas telah memiliki Surat Keputusan (SK) Protokol Hipertensi, SK Pelayanan Protokol Hipertensi, serta Standar Operasional Prosedur (SOP) Protokol Hipertensi. Selain itu, kegiatan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) juga terus berjalan aktif di Ivan Gedug.
"Harapan kami seluruh pasien hipertensi mendapatkan pelayanan yang sesuai dengan standar yang berlaku," ujar dr. Erry saat memaparkan materi.
Evaluasi dan Masukan Teknis
Dalam sesi diskusi dan tanggapan, dr. Elizha memberikan apresiasi atas paparan yang disampaikan serta pelaksanaan pengukuran tekanan darah yang sudah berjalan dengan baik dan sesuai standar.
Beberapa poin penting yang menjadi perhatian dalam sesi evaluasi antara lain:
- Cakupan Pasien: Dari total peserta kapitasi sekitar 10.000 jiwa, estimasi penderita hipertensi usia 15 tahun ke atas diperkirakan mencapai 3.500 jiwa (sekitar 35?ri populasi dewasa). Saat ini masih terdapat sekitar 1.100 penderita yang belum terdeteksi.
- Pasien Terkendali: Data per Agustus mencatat sebanyak 166 pasien (22%) berada dalam kondisi hipertensi terkendali.
- Peran Tenaga Kesehatan: Dokter diimbau untuk teliti melihat riwayat pengobatan pasien. Jika belum terkendali, perlu dievaluasi riwayat konsumsi obat, pola makan, dan aktivitas fisik pasien. Jika dokter tidak hadir, perawat dapat menaikkan dosis obat sesuai kewenangan dan prosedur.
- Pengingat & Pemantauan Pasien: Pentingnya pemberian lembar kontrol sebagai pengingat jadwal kunjungan serta penambahan kolom alasan pada lembar pemantauan apabila pasien tidak hadir. Penanganan hipertensi yang terkendali sangat krusial untuk menghentikan proses kerusakan organ serta mencegah komplikasi berat seperti stroke dan gagal jantung.
Arahan Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten
Ibu Dewi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo menekankan pentingnya pendekatan kinerja Pelayanan Terpadu (PTM) berbasis estimasi penderita, yang mencakup indikator kinerja pelayanan dan persentase hipertensi terkendali.
Sementara itu, perwakilan dari Dinas Kesehatan Provinsi DIY menyampaikan arahan terkait pencatatan data Kohort, Standar Pelayanan Minimal (SPM), dan integrasi aplikasi pelaporan yang ada. Diharapkan seluruh penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas dapat terdata dengan baik. Selain itu, disinggung pula pentingnya pelaksanaan audit klinis untuk pengobatan hipertensi, khususnya bagi pasien yang belum terkendali, serta kolaborasi dengan poli gigi bagi pasien hipertensi yang memerlukan perawatan kesehatan gigi.
Edukasi Masyarakat dan Rencana Tindak Lanjut
Bapak Tarom dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo dalam tanggapannya menyoroti bahwa kasus hipertensi secara statistik lebih banyak ditemukan pada perempuan. Oleh karena itu, edukasi kepada masyarakat perlu terus ditingkatkan, terutama dalam mengondisikan dan menyadarkan masyarakat mengenai faktor-faktor risiko pemicu hipertensi. Ketersediaan stok obat hipertensi di Puskesmas juga dipastikan dalam kondisi menipis/terjaga untuk memenuhi kebutuhan pasien.
Sebagai Rencana Tindak Lanjut (RTL) dari kegiatan Monev ini, Puskesmas akan segera melaksanakan Audit Klinis guna meningkatkan mutu pelayanan penanganan hipertensi secara berkelanjutan. Acara kemudian ditutup secara resmi dengan doa bersama.



