Pemeriksaan HPV DNA sebagai Upaya Deteksi Dini Kanker Leher Rahim

Pemeriksaan HPV DNA sebagai Upaya Deteksi Dini Kanker Leher Rahim

Oleh Cahyani Agustina Prihastuti, S.Tr.Keb.

 

Pendahuluan

Kanker leher rahim atau kanker serviks merupakan salah satu masalah kesehatan yang dapat dicegah dan dideteksi sejak dini. Salah satu penyebab utama kanker serviks adalah infeksi menetap oleh Human Papillomavirus (HPV) berisiko tinggi.

Deteksi dini menjadi bagian penting dalam pencegahan kanker serviks karena perubahan pada leher rahim dapat berkembang secara perlahan sebelum menjadi kanker. Saat ini, pemeriksaan HPV DNA menjadi salah satu metode utama dalam skrining kanker leher rahim. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan pemeriksaan berbasis HPV sebagai metode skrining primer dalam program pencegahan kanker serviks.

 

Apa itu pemeriksaan HPV DNA?

Pemeriksaan HPV DNA adalah pemeriksaan untuk mendeteksi keberadaan materi genetik HPV, terutama tipe HPV berisiko tinggi (high-risk HPV) yang berhubungan dengan terjadinya kanker leher rahim.

Berbeda dengan pemeriksaan yang melihat perubahan sel secara langsung, pemeriksaan HPV DNA mencari keberadaan virus yang berpotensi menyebabkan perubahan pada sel leher rahim.

Hasil HPV positif tidak berarti seseorang sudah menderita kanker serviks. Hasil tersebut menunjukkan adanya HPV yang perlu ditindaklanjuti sesuai algoritme pelayanan dan hasil pemeriksaan berikutnya.

 

Mengapa pemeriksaan HPV DNA penting?

Pemeriksaan HPV DNA memiliki beberapa manfaat, antara lain:

  1. Mendeteksi infeksi HPV berisiko tinggi lebih awal.
  2. Membantu menemukan perempuan yang membutuhkan pemeriksaan atau tindak lanjut lebih lanjut.
  3. Membantu mencegah perkembangan lesi prakanker menjadi kanker invasif.
  4. Dapat dilakukan dengan sampel yang diambil oleh tenaga kesehatan dan, dalam program tertentu, melalui self-sampling dengan pendampingan yang sesuai.
  5. Mendukung peningkatan cakupan skrining karena metode pengambilan sampel dapat dibuat lebih mudah dan dapat diterima oleh perempuan.

 

WHO menyebutkan bahwa pemeriksaan HPV DNA sebagai skrining primer dapat memberikan dampak yang lebih besar dalam menurunkan kejadian dan kematian akibat kanker serviks dibandingkan beberapa metode skrining sebelumnya.

 

Bagaimana pemeriksaan HPV DNA dilakukan?

Secara umum, pemeriksaan dilakukan dengan mengambil sampel dari area genital/leher rahim menggunakan alat pengambilan sampel yang sesuai dengan metode pemeriksaan.

Dalam pelayanan kesehatan, petugas akan memberikan penjelasan mengenai prosedur, melakukan pengambilan sampel sesuai standar, kemudian sampel diperiksa di laboratorium menggunakan metode yang tersedia.

Pada beberapa program, self-sampling juga dapat digunakan. Kementerian Kesehatan RI pada 2026 menyampaikan bahwa pemeriksaan DNA HPV dan self-sampling sedang diperluas sebagai bagian dari penguatan skrining kanker leher rahim.

 

Apa arti hasil pemeriksaan?

  1. HPV DNA negatif

Hasil negatif berarti tidak ditemukan HPV berisiko tinggi pada sampel yang diperiksa. Peserta tetap perlu mengikuti jadwal skrining berikutnya sesuai ketentuan program dan kondisi kesehatan.

  1. HPV DNA positif

Hasil positif bukan berarti kanker. Perempuan dengan hasil positif perlu mendapatkan tindak lanjut sesuai algoritme yang berlaku, misalnya pemeriksaan triase atau pemeriksaan lanjutan untuk menentukan apakah terdapat lesi prakanker yang memerlukan penanganan.

WHO merekomendasikan beberapa pilihan triase setelah hasil HPV positif, termasuk genotiping parsial, kolposkopi, VIA, atau sitologi, tergantung algoritme pelayanan yang digunakan.

 

Pemeriksaan HPV DNA di Indonesia

Di Indonesia, Kementerian Kesehatan terus memperkuat skrining kanker leher rahim dengan pemeriksaan DNA HPV. Pada 2026, skrining kanker leher rahim diintegrasikan dengan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan dikembangkan bersama pendekatan self-sampling untuk meningkatkan akses dan partisipasi perempuan.

Penguatan skrining tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah menuju eliminasi kanker leher rahim pada tahun 2030.

 

 

Pesan penting untuk perempuan

Kanker serviks dapat dicegah dan dideteksi lebih awal. Jangan menunggu munculnya keluhan untuk melakukan skrining. Pemeriksaan HPV DNA merupakan salah satu langkah penting untuk mengetahui adanya HPV berisiko tinggi dan menentukan kebutuhan tindak lanjut.

HPV positif bukan berarti kanker. Yang terpenting adalah melakukan tindak lanjut sesuai anjuran tenaga kesehatan.

 

Penutup

Pemeriksaan HPV DNA merupakan perkembangan penting dalam upaya pencegahan kanker leher rahim. Keberhasilan program tidak hanya bergantung pada tersedianya pemeriksaan, tetapi juga pada edukasi masyarakat, peningkatan cakupan skrining, hasil yang ditindaklanjuti, serta akses terhadap pelayanan lanjutan.

Dengan keterlibatan tenaga kesehatan, termasuk bidan, serta meningkatnya kesadaran perempuan untuk melakukan skrining, deteksi dini dan pencegahan kanker leher rahim dapat dilakukan secara lebih efektif.

“Kenali HPV, lakukan skrining, tindak lanjuti hasilnya—bersama cegah kanker leher rahim.”

 

Referensi:

World Health Organization. (2021). WHO guideline for screening and treatment of cervical pre-cancer lesions for cervical cancer prevention (2nd ed.). Geneva: World Health Organization.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Rencana Aksi Nasional (RAN) Eliminasi Kanker Leher Rahim di Indonesia 2023–2030. Jakarta: Kemenkes RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024/2026). Petunjuk Teknis Skrining Kanker Serviks Menggunakan Metode Pemeriksaan DNA HPV dan Metode Pengambilan Sampel Mandiri (Self-Sampling). Jakarta: Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan / Kesmas Kemenkes RI.