Lebih dari sekedar huruf, Mengenal Pemeriksaan Golongan Darah: Prosedur, Manfaat, dan Pentingnya dal

Lebih dari sekedar huruf, Mengenal Pemeriksaan Golongan Darah: Prosedur, Manfaat, dan Pentingnya dalam Laboratorium Medik

Oleh: Yuniarti Praptiwi, AMAK  (ATLM Puskesmas Kokap II)

Pemeriksaan golongan darah merupakan salah satu prosedur laboratorium medik mendasar yang bertujuan untuk mengidentifikasi jenis antigen spesifik pada permukaan sel darah merah (eritrosit). Di laboratorium klinis, pemeriksaan ini memegang peranan yang sangat vital untuk memastikan keamanan tindakan medis, seperti transfusi darah dan prosedur bedah, agar tidak terjadi reaksi antibodi berbahaya yang dapat mengancam jiwa pasien. Selain itu, mengetahui golongan darah juga sangat penting dalam pencegahan komplikasi kehamilan akibat ketidakcocokan rhesus antara ibu dan janin.

Sistem Penggolongan Darah ABO dan Rhesus

Secara umum, sistem pengelompokan darah yang paling utama dan wajib diperiksa adalah Sistem ABO dan Sistem Rhesus (Rh). Pada sistem ABO, darah diklasifikasikan menjadi empat kelompok utama yaitu A, B, AB, dan O.Berdasarkan keberadaan antigen A atau B pada eritrosit serta antibodi (aglutinin) pada plasma darah. Sementara itu, sistem Rhesus mengelompokkan darah menjadi Rhesus Positif (Rh+) jika memiliki antigen D, dan Rhesus Negatif (Rh-) jika tidak memilikinya, di mana pemahaman akan kombinasi kedua sistem ini sangat menentukan kompatibilitas donor dan penerima darah.

Metodologi Pemeriksaan di Laboratorium

Di laboratorium medik, pemeriksaan golongan darah dilakukan menggunakan dua metode utama: metode serologi manual (seperti slide test atau tube test) dan metode otomatisasi berbasis gel card. Prinsip dasar tes ini bergantung pada reaksi aglutinasi (penggumpalan), di mana sampel darah dicampur dengan reagen reaktif berupa Anti-A, Anti-B, Anti-AB, dan Anti-D (Rh). Jika terjadi penggumpalan saat dicampur reagen tertentu, hal tersebut menandakan adanya antigen yang sesuai pada sel darah merah pasien, sehingga jenis golongan darah dapat ditentukan secara akurat.

Manfaat Klinis dan Implikasi Kesehatan

Hasil pemeriksaan golongan darah yang akurat memberikan manfaat klinis yang sangat luas di luar kebutuhan transfusi emergensi. Dalam bidang kebidanan, deteksi dini Rhesus Negatif pada ibu hamil memungkinkan pemberian terapi imunoglobulin anti-D guna mencegah Inkompatibilitas Rhesus (Eritroblastosis Fetalis) pada bayi. Selain itu, data golongan darah juga krusial dalam perencanaan transplantasi organ, skrining calon donor darah, hingga membantu penelusuran identitas forensik.

Sebagai penutup, pemeriksaan golongan darah bukan sekadar pengujian rutin, melainkan benteng pertahanan utama dalam keselamatan pasien (patient safety) di dunia medis. Dengan dukungan kompetensi Ahli Teknologi Laboratorium Medik serta penerapan standar laboratorium yang ketat, hasil uji yang akurat dan terpercaya dapat disajikan untuk mendukung penanganan medis secara optimal. Oleh karena itu, setiap individu sangat disarankan untuk mengetahui golongan darah dan rhesus mereka sejak dini demi mengantisipasi situasi darurat medis di masa depan.

Referensi / Daftar Pustaka

•  World Health Organization (WHO). (2020). Blood Transfusion Safety: Blood Grouping and Serology Standards. Geneva: WHO Guidelines.

•  Harmening, D. M. (2018). Modern Blood Banking & Transfusion Practices (7th ed.). F.A. Davis Company.

•  Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 91 Tahun 2015 tentang Standar Pelayanan Transfusi Darah. Jakarta: Kemenkes RI.

•  Dean, L. (2005). Blood Groups and Red Cell Antigens. National Center for Biotechnology Information (NCBI). Bethesda (MD): National Library of Medicine.